5 Peninggalan Kerajaan Cirebon Yang Masih Ada Sampai Saat Ini

Peninggalan Kerajaan Cirebon

Peninggalan Kerajaan Cirebon –┬áHalo pembaca Mundosteampunk, pada hari ini kita akan membahas peninggalan kerajaan Cirebon. Kerajaan atau kesultanan Cirebon merupakan kerajaan yang mempunyai ibu kota di Cirebon dan termasuk ke dalam kerajaan Islam terkenal di Jawa Barat. Bahasa yang digunakan adalah bahasa Sunda, Jawa, dan Cirebon. Sistem pemerintahannya adalah kerajaan konstitusional.

Kerajaan Cirebon didirikan pada tahun 1430. Berdasarkan naskah Babad Tabah Sunda dan Carita Purwaka Caruban Nagari, menceritakan bahwa tadinya kerajaan Cirebon merupakan dukuh kecil yang didirikan oleh Ki Gedeng Tapa dan disebut Caruban, yang berarti campuran. Dinamakan Caruban karena terdapat banyak orang dari suku, agama, bahasa, adat istiadat yang berbeda beda.

Nama Cirebon diambil dari kata Cai yang berarti air dan Rebon yang berarti udang rebon, karena masyarakat sana rata rata bermata pencaharian nelayan, seperti menangpakan ikan, udang, dan pembuatan terasi. Kerajaan Cirebon mempunyai peninggalan yang masih ada sampai sekarang. Berikut peninggalan kerajaan Cirebon yang harus diketahui Agenbola588.

Peninggalan Kerajaan Cirebon

1. Keraton Kasepuhan Cirebon

Keraton ini memiliki nama lain yaitu Keraton Pakungwati. Keraton yang dibangun pada tahun 1430 dibangun oleh Pangeran Cakrabuana atau Mbah Kuwu Cerbon. Keraton Kasepuhan Cirebon merupakan bangunan bersejarah yang masih dijaga dengan baik. Desain dari Keraton Kasepuhan Cirebon adalah bangunan keratin dan terdapat masjid yang megah di sebelahnya.

Di Keraton Kasepuhan Cirebon juga terdapat alun alun yang sekarang menjadi pasar, serta gerbang masuk istana. Terdapat 2 pintu masuk ke dalam Keraton Kasepuhan Cirebon, yaitu pintu utara dan pintu belakang. Pintu utara Keraton Kasepuhan Cirebon dinamakan Kreteg Pangrawit yang berarti jembatan kecil, sedangkan pintu belakang Keraton Kasepuhan Cirebon dinamakan Lawang Sanga yang berarti pintu sembilan.

Masih banyak bangunan lainnya yang berdekatan dengan Keraton Kasepuhan Cirebon, yaitu Pancarathana atau tempat aparat desa dan Pancaniti atau paviliun untuk melatih tentara.

2. Keraton Kacirebon

Keraton Kacirebon merupakan bangunan yang berfungsi untuk menyimpan alat alat peninggalan kerajaan Cirebon, seperti keris, alat musik, boneka, dan alat perang. Keraton ini mulai dibangun sekitar tahun 1800 Masehi dan berlokasi di Pulasare, Kec. Pekalipan, Cirebon. Keraton Kacirebon didirikan di atas tanah dengan luas 46.500 meter persegi.

3. Keraton Kanoman

Bangunan Keraton Kanoman didirikan di atas tanah dengan luas 6 hektar yang berdekatan dengan tempat tinggal pemimpin dan keluarga kerajaan Cirebon ke 12, Sultan Muhammad Emiruddin. Bangunan Keraton Kanoman didirikan oleh Pangeran Kertawijaya atau Pangeran Mohammad Badridin. Di dalam bangunan ini terdapat kereta peninggalan Kerajaan Cirebon, yaitu kereta Jempana dan kereta Paksi Naga Liman.

4. Kereta Kasepuhan Singa Barong

Kereta Kasepuhan Singa Barong dibuat pada tahun 1549 oleh cucu Sunan Gunung Jati. Kereta Singa Barong ini digunakan untuk pelantikan sultan dan perayaan 1 Muharam, namun mulai tahun 1945 kereta singa barong yang asli sudah tidak digunakan dan dibuat kereta singa barong palsu untuk digunakan pada perayaan atau acara karnaval.

Kereta Kasepuhan Singa Barong memiliki ukiran dan bentuk yang unik, yaitu membentuk belalai gajah di depan yang mengartikan persahabatan kerajaan Cirebon dengan India, dan kepala naga yang melambangkan persahabatan kerajaan Cirebon dengan China, tubuh Buroq yang melambangkan persahabatan kerajaan Cirebon dengan Mesir.

5. Makam Sunan Gunung Jati

Sunan Gunung Jati adalah seorang sunan yang termasuk Wali Songo yang menyebarkan agama Islam di Pulau Jawa. Makam Sunan Gunung Jati terdapat di sebuah bukit kecil atau Gunung Sembung. Sunan Gunung Jati memiliki nama asli Syarif Hidayatullah. Banyak peziarah yang datang setiap harinya untuk mengunjungi makam Sunan Gunung Jati.

Itulah peninggalan kerajaan Cirebon, sebagai warga Indonesia kamu harus memahami sejarah kerajaan yang pernah ada di Indonesia.

Kasus Pelanggaran HAM Di Indonesia

15 Contoh Kasus Pelanggaran HAM Di Indonesia

Kasus pelanggaran HAM di Indonesia – Hak Asasi Manusia atau yang biasa disebut HAM merupakan sebuah hak yang pastinya dimiliki oleh setiap insan bernyawa di muka bumi ini khususnya manusia. HAM yang melekat pada diri setiap manusia pada dasarnya memiliki hal hal yang sama. Artinya tidak membeda bedakan kasta dan martabat. Oleh karena itu, setiap insan manusia pun dapat melakukan aksi pelanggaran HAM dan akan mendapatkan balasan yang sesuai dengan pelanggaran tersebut.

15 Kasus Pelanggaran HAM Di Indonesia

Begitu pula di Indonesia, aksi beserta kasus pelanggaran HAM yang terjadi di Indonesia sudah tidak dapat disembunyikan lagi dan termasuk ke dalam ketegori rahasia umum. Pasalnya, Indonesia pun memiliki aturan yang dapat membuat HAM warga Indonesia untuk berhak mempublikasikan dan menyuarakan pendapat mereka.

1. Penembakan Mahasiswa Trisakti (1998)

Kasus pelanggaran HAM di Indonesia sudah sering sekali didengar dan terdengar oleh dalam maupun luar negeri. Seperti kasus penembakan mahasiswa Trisakti yang terjadi pada tahun 1998. Kasus ini bermulai ketika aliansi mahasiswa membuat sebuah demo besar besaran untuk mengkudeta atau menurunkan jabatan Soeharto dari kursi kepresidenan. Aksi demo yang awalnya berjalan lancar dan damai kemudian membuat keributan dan mengakibatkan empat orang mahasiswa dari Universitas Trisakti meninggal dunia akibat luka tembak. Persepsi persepsi berdasarkan banyaknya sudut pandang pada kejadian pelanggaran HAM pada tahun 1998 ini membuat hukuman yang akan diberikan kepada pelaku lebih sulit untuk ditentukan.

2. Tragedi Semingga I dan Semanggi II (1998-1999)

Berikutnya yaitu tragedi pelanggaran HAM yang memiliki latar belakang hampir sama dengan kasus sebelumnya. Para demonstran yang menyuarakan pendapat dan keinginannya membuat beberapa oknum demonstran dan polisi kehilangan kendali. Hingga pada akhirnya 29 orang yang ikut menghadiri acara demonstrasi pada hari itu dinyatakan meninggal dunia.

3. Penembakan Misterius (Petrus)

Istilah petrus atau penembak misterius diberlakukan karena si pelaku penembakan tidak pernah terlihat dan tidak diketahui bagaimana wujudnya. Aksi penembakan misterius ini dilakukan pada masa pemerintahan Soeharto. Hal seperti ini dilakukan untuk menyingkirkan atau melenyapkan orang orang yang dianggap menganggu ketentraman dan keamanan negara.

4. Penculikan dan Penghilangan Orang Secara Paksa

Setiap insan manusia khususnya masyarakat Indonesia mempunyai hak untuk mendapatkan kehidupan yang aman. Namun kasus pelanggaran HAM satu ini membuat sebuah kondisi yang membuat seseorang merasa sangat tidak aman. Penculikan dan penghilangan orang secara paksa ini dilakukan untuk mencegah para aktivis pro demokrasi untuk mengungkapkan pendapatnya sesaat sebelum beberapa bulan menjelang Pemilihan Umum atau Pemilu. Namun ketika sudah dibebaskan, para korban yang baik baik saja mencoba untuk menceritakan apa saja yang telah terjadi di sana.

5. Peristiwa Talangsari

Peristiwa talangsari termasuk ke dalam kategori kasus pelanggaran HAM berat. Kasus ini dimulai sejak diberlakukannya asas tunggal Pancasila pada masa orde lama yang sangat menunjukkan sifat doktrinnya. Dari hasil penyelidikan pihak setempat, peristiwa talangsari memakan 130 orang meninggal dunia, 77 orang dipindahkan secara paksa, 53 orang dirampas haknya, serta 46 orang lainnya disiksa.

6. Kasus Pembunuhan Marsinah

Meninggalnya seorang wanita yang merupakan pekerja buruh dan aktivis wanita pada tahun 1993 membuat kehidupan undang undang pelanggaran HAM dipertanyakan. Pasalnya, kasus pembunuhan yang dilakukan atas tindakan berani Marsinah untuk menuntut haknya, berujung pada masalah yang hingga saat ini belum terkuak kebenarannya.

7. Kasus Penganiayaan Wartawan

Pada tahun 1996, kasus penganiayaan terjadi kepada seorang wartawan bernama Fuad Muhammad Syafruddin. Pria yang kerap disapa Udin ini ditemukan tewas setelah dianiaya oleh pelaku yang tidak dikenal. Karirnya sebagai seorang wartawan sangatlah bagus, Udin merupakan seorang wartawan yang sangat kritis dan sering mengkritik kebijakan pemerintahan pada masa Orde Baru.

8. Kasus Pemberontakan GAM

Gerakan Aceh Merdeka (GAM) merupakan sebuah organisasi yang memiliki tujuan untuk memisahkan diri dari Provinsi Aceh. Masa perselisihan antara pemerintahan dan GAM sudah berlangsung cukup lama. Sehingga jumlah korban jiwa yang diakibatkan oleh pertikaian ini mencapai angka puluhan ribu jiwa. Meski begitu, tetap saja rasanya tidak adil jika HAM si pelaku oknum GAM tidak mendapatkan balasan apapun.

9. Peristiwa Perbudakan Buruh Panci

Seorang pelanggar HAM bernama Juki Hidayat melakukan tindak penggunaan karyawan tenaga kerja tanpa memberikan upah yang layak bahkan sepeser pun. Juki memerintahkan para karyawannya untuk tidak dilaporkan kepada pihak yang berwajib.

10. Kasus Pembunuhan Salim Kecil

Pelanggaran HAM ini bisa dikatakan cukup baru, terjadi pada tahun 2015. Awal mulanya yaitu ketika aktivitas penambangan pasir pantai dimulai secara ilegal. Seorang pegiat bernama Salim Kancil berusaha untuk menguak tindakan pelanggaran HAM ini. Namun, beberapa waktu kemudian Salim ditemukan sudah tidak bernyawa dengan kondisi yang mengenaskan.

11. Peristiwa Timor Timur

Kasus pelanggaran HAM ternyata tidak hanya berdampak pada perorangan saja, namun juka berpengaruh pada keutuhan suatu bangsa. Lokasi Timor Timur yang berada di ujung timur Indoensia membuatnya menjadi sulit untuk dicapai. Masyarakt Timor Timur yang sering merasa bahwa mereka belum mendapatkan HAM sama sekali.

12. Peristiwa Tanjung Priok

Satu dari sekian banyaknya orang yang mengenal kasus kasus pelanggaran HAM di Indonesia ialah lokasi Tanjung Priuk. Pada tahun 1984, terjadi perselisihan besar antara pemerintahan dan penduduk Tanjung Priok. Namun. Masyarakat Tanjung Priok yang tidak memahami seperti apa dan apa saja yang bisa digunakan oleh si aparat kepolisian saat itu hingga menimbulkan ratusan korban jiwa.

13. Peristiwa Pembantaian Santa Cruz

Pembantaian ini tejadi karena tidak adanya koordinasi antara pemerintah dan pihak yang bersangkutan. Pada saat itu jumlah korban yang berjatuh mencapai hingga ratusa orang.

14. Tragedi Bom Bali

Pada tahun 2002, sebuah ledakan hebat mengarah dengan cepat dan membuat kerusakan yang sangat fatal bagi orang lain. Jumlah korban jiwa yang mencapai ratusan korban jiwa secara bersamaan.

15. Kasus Pembunuhan Munir

Seorang aktivis muda bernama Munir kala itu akan pergi menaiki pesawat menuju Amsterdam. Namun, tak lama kemudian Munir dinyatakan telah meninggal dunia di dalam pesawat. Kemungkinan bisa diracuni oleh orang lain atau dicuci otaknnya oleh seseorang.

Itu dia 15 contoh kasus pelanggaran HAM di Indonesia yang pernah terjadi, semoga kedepannya tidak ada kasus-kasus pelanggaran HAM lagi, semoga artikel Thegreenroomperth dapat bermanfaat.